Saat sebagian besar investor terpaku pada laporan laba rugi kuartalan, sebuah pengajuan dokumen di bursa London diam-diam mengungkap katalis bernilai ratusan miliar Rupiah untuk PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID). Sebuah transaksi yang tampak jauh—penjualan aset tambang oleh afiliasinya, Asiamet Resources (ARS)—ternyata menyimpan rahasia mengejutkan: potensi suntikan dana tunai yang begitu besar hingga mampu mengubah lanskap keuangan DOID secara fundamental. Artikel ini akan membongkar fakta-fakta tersembunyi di balik kesepakatan yang terlewatkan oleh pasar ini.
Fakta #1: Suntikan Dana Jauh Lebih Besar Dari Dugaan—Setara Seperempat Nilai Perusahaan.
Bagian paling mengejutkan dari kesepakatan ini adalah skalanya yang masif jika dibandingkan dengan ukuran DOID sendiri. Tabel berikut menyajikan kontras yang tajam antara nilai perusahaan dengan potensi dana yang akan masuk:
| Parameter Kunci | Nilai |
| Estimasi Kapitalisasi Pasar DOID | ~Rp 2,5 triliun |
| Estimasi Arus Kas Masuk untuk DOID | US$ 35-45 juta (setara Rp 542-698 miliar) |
| Porsi Arus Kas Terhadap Nilai Pasar | ~21% hingga 28% |
Angka-angka ini menceritakan sebuah kisah yang luar biasa. Ini bukan sekadar bonus, melainkan sebuah potensi tombol reset finansial bagi perusahaan yang tengah bergulat dengan kerugian signifikan. Mengingat DOID melaporkan kerugian bersih sebesar Rp 1,20 triliun pada Q2 2025, arus kas masuk yang mampu menutupi hampir separuh dari kerugian tersebut menjadi sebuah penyelamat strategis. Ini adalah peristiwa material yang setara dengan menerima dana tunai senilai hampir seperempat dari total nilai pasar perusahaan.
Fakta #2: Aset Tembaga Ini ‘Tersembunyi’ di dalam Labirin Korporasi Internasional.
Struktur kepemilikan yang rumit adalah alasan utama mengapa pasar melewatkan dampak finansial transaksi ini. DOID tidak memiliki tambang tembaga tersebut secara langsung, melainkan melalui rantai korporasi lintas negara yang berlapis. Berikut adalah alur kepemilikannya:
- PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) → memiliki ~44% saham di → Asiamet Resources Limited (ARS)
- Asiamet Resources Limited (ARS) → memiliki 100% saham di → Indokal Limited (Hong Kong)
- Indokal Limited (Hong Kong) → memiliki 100% saham di → PT Kalimantan Surya Kencana (KSK) → Pemegang Kontrak Karya Proyek Tembaga BKM
Kompleksitas inilah yang mengaburkan nilai sesungguhnya yang akan mengalir kembali ke DOID. Namun yang lebih penting, ini bukanlah transaksi spekulatif. DOID telah memberikan komitmen yang tidak dapat ditarik kembali (irrevocable undertaking) untuk menyetujui penjualan ini dengan porsi suaranya yang signifikan. Hal ini memberikan tingkat kepastian yang tinggi bahwa kesepakatan ini akan terwujud dan arus kas tersebut akan benar-benar mengalir.
Fakta #3: Pembelinya Bukan Perusahaan Biasa—Melainkan Raksasa BUMN Tiongkok.
Pihak yang membeli aset PT KSK (melalui akuisisi Indokal) adalah Norin Mining (Hong Kong) Limited, yang menambah dimensi geopolitik dan strategis pada transaksi ini. Norin Mining merupakan anak perusahaan dari Norinco Group, sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) utama Tiongkok di bawah pengawasan SASAC.
Fakta ini menegaskan bahwa akuisisi ini bukan sekadar manuver finansial, melainkan bagian dari strategi global Tiongkok untuk mengamankan sumber daya kritis seperti tembaga, serupa dengan aktivitas akuisisi mereka di negara lain seperti Kongo. Bagi DOID, kehadiran pembeli sekaliber BUMN Tiongkok tidak hanya membuka nilai tunai yang terperangkap, tetapi juga memberikan validasi atas nilai aset dan kepastian penyelesaian transaksi.
Kesimpulan: Momen Penentu bagi Masa Depan DOID?
Tiga fakta telah terungkap: guyuran dana masif yang setara dengan seperempat nilai pasar DOID, struktur korporasi rumit yang menyembunyikannya dari pandangan publik, dan pembeli strategis yang merupakan raksasa BUMN Tiongkok. Potensi arus kas masuk sebesar Rp 542-698 miliar ini menempatkan DOID di persimpangan jalan yang krusial.
Akankah manajemen menggunakan dana tak terduga ini untuk menyembuhkan neraca keuangannya, atau akan mereka gunakan untuk memberi penghargaan kepada para pemegang saham yang telah bertahan melalui masa sulit? Langkah manajemen selanjutnya akan menentukan lintasan perusahaan untuk tahun-tahun mendatang, dan pasar kini menanti apakah katalis tersembunyi ini akhirnya akan memicu revaluasi yang signifikan.